3. Postur dan Teknik Tidak Tepat
Bahkan dengan otot terkuat dan mobilitas terbaik, jika kamu memiliki postur dan teknik yang tidak tepat bisa terjadi cedera olahraga. Sebab kamu terlalu banyak tekanan pada otot dan tendon yang salah, sehingga berujung cedera yang tak diinginkan
Jno-Finn mengungkapkan bahwa menjadi aktif secara fisik tanpa adanya persiapan dan pengetahuan tentang hal tersebut merupakan faktor yang sangat berisiko.
Berhati-hatilah saat berlatih dan beri isyarat pada diri sendiri untuk melakukan penyesuaian. Bahkan hanya dengan memperhatikan postur, keselarasan, posisi tubuh, dan bagaimana perasaan tubuh kamu saat bergerak dapat membantu mengidentifikasi area yang perlu diperbaiki.
Kamu juga dapat menggabungkan latihan proprioception. Apa itu? Proprioception adalah indera yang membantu kita melihat di mana tubuh kita berada dalam ruang dan waktu. Jika kalian berlatih dengan mata tertutup, itu akan memaksa kalian menggunakan indera tersebut untuk meningkatkan kesadaran tubuh.
4. Tidak Mendapat Nutrisi yang Cukup
Pola makan sehat berperan penting dalam kesejahteraan tubuh secara keseluruhan, juga sangat penting pada orang yang aktif dan ingin menjaga tubuh mereka tetap sehat. Dengan memperhatikan pola makan, berarti turut berperan penting mendukung pertumbuhan dan perbaikan pada otot dan jaringan tubuh.
Jika berlatih keras dan tidak memenuhi kebutuhan bergizi, maka akan mempengaruhi kualitas otot, jaringan, dan tendon. Maka dari itu, memenuhi asupan nutrisi pada tubuh sangat berperan penting untuk mencegah cedera, pada ulasan dalam Human Kinetics Journal pada Maret 2019. Dan, pada Desember 2020 dalam National Library of Medicine pada konsentrasi mengenai nutrisi menyatakan bahwa:
- Vitamin D, dapat mengurangi risiko fraktur stres.
- Vitamin C, membantu membentuk kolagen, yang bermanfaat bagi tendon, dan ligamen.
- Zat besi, penting untuk mendapatkan oksigen dari otot.
- Asam lemak omega-3, bagus untuk mengurangi peradangan dan kesehatan sendi.
Selain itu, kamu juga memerlukan asupan protein yang cukup. Jumlah protein yang dibutuhkan tergantung faktor-faktor individu seperti usia, berat badan, tujuan, dan tingkat aktivitas kalian.
Tetapi, untuk pedoman yang sangat umum, American College of Sports Medicine merekomendasikan atlet mendapatkan 1,2-2,0 gram protein per kilogram berat badan per hari.
5. Tidak Melakukan Pemanasan
The National Strength and Conditioning Association (NSCA) merekomendasikan untuk melakukan pemanasan khusus yang melibatkan gerakan yang tidak terlalu intens. Tujuan dari jenis pemanasan ini adalah untuk memungkinkan tubuh menyesuaikan diri secara bertahap dengan tuntutan fisiologis yang berubah dari sesi latihan tanpa kelelahan yang tidak semestinya.
Beberapa gerakan pemanasan yang disarankan meliputi:
- Peregangan dinamis meliputi gerakan seperti ayunan kaki, lingkaran lengan, jalan di tempat, dan jogging.
- Latihan khusus oakan membantu mempersiapkan tubuh kalian yang akan digunakan beraktivitas.
- Latihan mobilitas khusus olahraga ini akan membantu kalian meningkatkan rentang gerak, mengurangi cedera, dan meningkatkan aktivitas otot.
Kesimpulannya, apakah cedera bisa dihindari? Belum tentu. Karena, risiko akan selalu ada. Namun, dengan mengetahui penyebab cedera olahraga, kamu bisa menekan risiko terjadi, bukan?
Baca juga: Tips Kurangi Risiko Cedera Lutut Saat Olahraga
WIDYA FITRIANINGSIH | LIVE STRONG
Halo Sahabat Cantika, Yuk Update Informasi dan Inspirasi Perempuan di Telegram Cantika
Halaman